Showing posts with label Profil-2. Show all posts
Showing posts with label Profil-2. Show all posts

Wednesday, July 4, 2018

Wildan Widarman




Wildan Widarman.... Kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat.
Anak dari pasangan Bapak Tjutju Sjamsudin dan Ibu Rachmah Amatullah.
Beristrikan  Besty Yulia Puspasari, sudah dikaruniai sepasang buah hati,  Raisa Almira &  Reza Priya Devara. Sekarang tinggal di Jl. Mayor Elang Subandar , Tasikmalaya.

Karena tugas Ayahnya yang selalu berpindah-pindah, maka Wildan saat bersekolah banyak "berkeliling kota Jawa Barat" :
SD :Tasikmalaya - Sumedang
SMP : Sumedang - Labuan Pandeglang Banten.
SMA : Bandung.

Karier pekerjaan, sejak lulus dari Teknik Kimia ITB tetap memegang loyalitas sebagai pegawai BUMN di PT DAHANA, sekarang mengemban amanah sebagai Direktur Utama  PT DAHANA ( Persero ).

Sewaktu kuliah, rumah tinggalnya yang di Jl Teuku Umar 10 Bandung sangat strategis hanya berjarak ratusan meter dari kampus Ganesha, sering dijadikan "rumah singgah" kami, 7G, terutama menjelang makan siang & makan malam dengan menu empat sehat lima sempurna (lengkap dengan susu)... hehehe. Bahkan tidak jarang kami kemalaman, sehingga memaksakan Wildan untuk menerima genk 7G untuk "bermalam" di rumahnya... (Wildan ngungsi ke sofa). Hahaha... 
(Insya Allah akan dicatat oleh malaikat sebagai amal baik...).

Salah satu kebersamaan kami yang tidak terlupakan adalah liburan ke Kampung Naga di Jl poros Garut-Tasikmalaya, selain tentunya saat jalan2 ke sekitar RS Hasan Sadikin untuk sekedar melepas penat kuliah.




Wito Sugiono



Walaupun kelahiran Padalarang, tapi namanya merefleksikan Wong Wetan, itu tidak lain karena masih mengalir darah Yogyakarta dari Ayahnya, sedangkan Ibunya sejak dari kecil sampai wafatnya di kota Padalarang. 

Pembawaannya kalem, menyejukkan.... Mungkin hal itu salah satu yang membuat Pegie melabuhkan cintanya. Alhamdulillah pernikahannya telah dikaruniai dua anak: Alchemie & Alethea. Sekarang keluarganya tinggal di kawasan Bukit Ligar, Bandung.

Masa kecilnya dilewatkan di Padalarang, sekolah SD nya juga masih di Padalarang, menapaki jenjang SMP bersekolah di Cimahi, melanjutkan SMAnya di SMAN 4 Kodya Bandung (sealmamater dengan Wandy & Dida). Setelah kuliah di Teknik Kimia ITB pun, Wito tetap tinggal di Padalarang... Padahal jarak Padalarang ke kampus Ganesha relatif cukup jauh. 

Dalam menekuni pekerjaan, Wito selalu istiqomah bekerja di dunia industri. Sekarang bekerja sebagai karyawan di PT BP Tangguh.

Kehadirannya di tengah-tengah kami semasa kuliah, selain sebagai donatur bensin, dan juga meminjamkan kendaraan pick up Daihatsu Zebra nya untuk keperluan touring ke luar kota, namun (seringnya) dalam kota juga sih...



Evi Afiatin


Evi..., biasa kami memanggil wanita cantik kebanggaan 7G ini.

Ia hadir di tengah pergaulan kami para lelaki 7G, bagai kembang di tengah kerumunan kumbang.

Lahir di Kuningan, sebuah kota kecil yang asri di kaki gunung Ciremai, ujung Timur Laut wilayah Jawa Barat. Blasteran dari Ayah  Kuningan dan Ibu dari Tasikmalaya. 
Melewatkan masa kecil, sekolah  SD sampai SMA di Kuningan. 
Setelah menyelesaikan S1 di jurusan Teknik Kimia ITB.... Evi meninggalkan kami-kami, G7,  di Indonesia untuk melanjutkan kuliah MSc. in Chemical Engineering - University of Wales. Dibimbing langsung oleh Prof. JF. Richardson pengarang buku referensi Chemical Engineering vol 1 - 6; dengan beasiswa dari British Chevening....
Konon, Evi berkolaborasi dengan Profesornya berhasil menyusun persamaan matematika:.Velocity of Fluidised bed of two different size and two different density particles di published di Chemical Engineering Science Journal
Wow... we proud of you, Evi!!!

Tidak berhenti menuntut ilmu sampai di Inggris, kemudian dengan beasiswa dari University of Melbourne, melanjutkan lagi kuliah Master Applied Finance - University of Melbourne. 
Kota Melbourne pulalah yang mempertemukan Evi dengan Kang Ando (Ronaldo Pasaribu). Alhamdulillah telah melahirkan Raya (laki-laki) & Herang (perempuan). 

Secara chemistry, kami G7 dengan Evi, punya hobby sama Nonton Film, Traveling, Masak.
Khusus untuk hobby nonton film, jejak digitalnya adalah menggemari seribu untuk nonton 3 film jaman misbar di Cicadas, yang selalu memutar film India, jadi jangan heran Neng Evi saat ini piawai dalam menari yang beberapa kali memerankan pemeran utama dalam pagelaran tari dengan rekan financial clubnya.



Sesuai dengan bidang kajian kuliah terakhirnya, Evi terjun berkarir di dunia Lembaga Keuangan. Pernah diamanahkan sebagai Direktur Keuangan - BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan jabatan terakhir sekarang adalah Direktur Keuangan  dan Manajemen Risiko PT Sucofindo
Semoga ke depannya tambah sukses selalu dan tetap sebagaimana Evi yang kami kenal selama ini...

Aamiin yaa Robbal alamin.



Doedoeng Zenal Arifin





Doedoeng, nama yang sarat makna. Ibunya pernah menjelaskan latar belakang pemberian namanya…
Kamu dinamai Dudung karena pada saat Mamah mengandung kamu ada Ajengan yang terkenal saat itu yang bernama Ajengan Dudung,” kata Ibunya lugas, “nama itu adalah sebuah harapan dan doa agar kamu setelah dewasa kelak menjadi Ajengan.” 
Dalam khazanah masyarakat Priyangan dan Sunda pada umumnya, nama Ajengan diberikan untuk figur ulama yang memiliki kedudukan lebih tinggi dibandingkan Kiai.

Doedoeng lahir di sebuah kota kecil, kecamatan Panumbangan yang masih dalam wilayah kewedanaan Panjalu Kabupaten Ciamis. Ayahnya seorang pegawai Perum Perhutani, namanya Amat Nakmat. Tidak ada yang special dari Ayahnya ini. Hanya…. belakangan, 26 tahun kemudian saat akan menjadi pegawai di Behaestex, Doedoeng baru tahu bahwa Ayahnya ini ternyata seorang keturunan bangsawan Panjalu dari trah Candrawijaya. Tapi beliau tidak pernah mempersoalkan hal tersebut, karena semua manusia sama di hadapan Allah swt, kecuali ketaqwaannya.

Ibunya bernama Laeli Kamaliah, nama yang indah, artinya malam kemuliaan. Ibunya dilahirkan pada tanggal 17 Ramadhan yang dipercaya sebagai tanggal turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Ibunya memang berasal dari keluarga ulama. Ayah dan kakek dari Ibunya adalah seorang ulama yang cukup terkenal di Kecamatan Panumbangan, bahkan menjadi  ulama yang sering diundang dalam pertemuan para ulama di Kabupaten Ciamis.

Masa kecilnya dihabiskan di tanah kelahiran Panumbangan. Bersekolah cukup lengkap, mulai dari TK, MI (Madrasah Ibtidaiyah) yang setingkat dengan SD, sampai SMP semuanya di Panumbangan. Masuk SMA, hijrah ke Kota Tasikmalaya, karena saat itu di Kecamatan Panumbangan dan sekitarnya belum ada SMA. Walaupun termasuk wilayah kabupaten Ciamis, namun SMA di Ciamis lokasinya lebih jauh dari SMA 2 Tasikmalaya.
Di SMA, mengambil jurusan Fisika. Sejak MI, SMP, sampai SMA, nilai raport selalu baik, bahkan hampir selalu juara kelas. Prestasi inilah yang membuatnya mendapatkan kesempatan untuk lulus ITB pada tahun 1987 tanpa ujian, yang saat itu dikenal dengan istilah PMDK (Penelusuran Minat, dan Kemampuan). 

Pada masa kuliah, Doedoeng berkenalan dengan seluruh personil 7G. Persahabatan yang sangat erat dari semua personil 7G adalah dengan Kang Handian. Bukan berarti dengan 6 anggota lainnya tidak akrab, semua sangat akrab terlebih dengan kang Yudi yang kebetulan berasal dari Tasikmalaya. Ada hal yang menarik dengan kang Yudi ini. Kakaknya Kang Yudi adalah seniornya di PII (Pelajar Islam Indonesia). Uniknya lagi, istri kang Yudi adalah teman sebangku istrinya saat SMA. Kebetulan keduanya bersekolah di SMA 1 Tasikmalaya.

Sedangkan kang Dicky sering menjadi referensi untuk pelajaran dan latihan-latihan soal-soal saat perkuliahan. Adapun kang Dida, kang Wandi, kang Bahru, dan Kang Ozi (Fauzi), termasuk kang Aris adalah teman belajar yang uniknya seringkali belajar pada mata kuliah yang satu tingkat di bawah angkatan resmi Beliau sendiri….. bahkan dua tingkat di bawah…..hehehe

Kembali pada kang Handian, beliau menjadi sangat akrab karena dari seluruh anggota 7G yang aktif dalam pengajian adalah kang Handian ini. Beliau seringkali mengaji bersama baik di Masjid Salman ITB maupun di rumah kontrakan Jl Bagusrangin.

Alhamdulillah setelah puluhan tahun berinteraksi, ternyata seluruh anggota 7G menjadi sangat relijius, bahkan beberapa di antaranya seperti kang Dicky dan kang Aris mendalami ilmu agama secara serius. Sebuah anugerah yang luar biasa dalam persahabatan Beliau, mengingat fenomena seperti ini jarang ditemui dalam dunia yang kental dengan hedonism dan pemujaan terhadap material.

Sejak SMA, aktif dalam organisasi PII. Di PII inilah Doedoeng berkenalan dengan aktivis
putri Lia Sari Mulyati, yang kelak menjadi ibu dari lima anak-anaknya. Pada tahun  1992 lahir anak pertama, Irfan. Berturut-turut anak-anak yang kedua sampai kelima adalah Jihan, Faza, Farhan, dan yang paling kecil Nadine. Saat wisuda  Doedoeng adalah satu-satunya yang membawa anak saat wisuda.

Saat sudah bekerja, di PT. Behaestex Gresik. Dari perkenalan dengan senior alumni ITB di Jawa Timur tersebut, pada tahun 1997 Doedoeng mendapatkan kesempatan untuk ikut S2 di Studi Pembangunan ITB kelas Jakarta. Doedoeng mendapat beasiswa dari PT. Petrokimia Gresik yang saat itu Direktur Utamanya adalah Pak Rauf Purnama (alumnus Teknik Kimia ITB, asli Garut).

Ada kisah unik saat mengikuti S2 ini, yaitu ketika, tanpa terduga, Doedoeng sempat gemetar berhubungan kembali dengan dosen “killer”waktu S1 yaitu Prof. Saswinadi Sasmojo. Bagaimana tidak gentar, ia mengulang mata kuliah beliau yaitu Pengantar Analisis Sistem Teknik Kimia sampai tiga kali…!!!

Selama kuliah S2, dia juga bekerja sebagai asisten manajer Program S2 Studi Pembangunan
  ITB di Jakarta. Lulus dari S2 Studi Pembangunan ITB dengan predikat cum laude, Doedoeng mendapatkan kesempatan untuk mengikuti tes CPNS di Kementerian PU. Alhamdulillah lulus, dan pada tahun 2001 menjadi PNS. Sebuah profesi yang awalnya dibencinya, karena dalam benaknya ketika menjadi aktivis, PNS itu malas, korup, dan suka mempersulit keadaan.

Berkarir sebagai PNS dari bawah tidak membuat idealismenya luntur. Semangat belajar juga tetap membara. Pada tahun 2007 mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program S3 di Universitas Negeri Jakarta. Tiga tahun berikutnya, alhamdulillah berhasil menyelesaikan program S3 dengan predikat summa cum laude.

Sekarang mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah -  Kementerian PUPR. Berkantor di Jl. Abdul Hamid, Cicaheum, Kec. Mandalajati, Kota Bandung, Jawa Barat 40195.



Saat kuliah S1, aktif di Menwa. Dunia militer memang salah satu hobi yang senang bertualang di alam bebas. Hobi yang juga mengantarkannya menjadi aktivis di pramuka. Di Menwa inilah banyak belajar senjata api. Sejak itu ia juga menekuni hobi mengkoleksi dan berlatih senjata, mulai dari senapan angin sampai senapan api.

Setelah lebih dari 20 tahun hidup terpisah dengan keluarga. Sejak resepsi pernikahan tahun 1991, Beliau tinggal di kota yang berbeda. Pada tahun 2013 akhirnya Beliau punya rumah dan tinggal bersama di Jalan Peninggaran Barat, kawasan Tanah Kusir,  Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Tuesday, July 3, 2018

Mohammad Fauzi



Lahir di Pekanbaru... Melewatkan masa kecil dengan bahagia, menamatkan SD sampai SMA di Pekanbaru... Berdarah blasteran, Ayahnya dari Lhokseumawe Aceh..Ibu dari negeri  Minangkabau.

Dari kecil hobby banget sepakbola... Namun semenjak diterima jadi mahasiswa Teknik Kimia ITB, hobby tersebut terpaksa tidak digeluti. Konon karena posturnya jadi kurang mendukung, 
"Awak urang begang... sieun ditajong ku batur mun maen soccer"... begitu konon alasannya... 
Hanya hobby baca komik yang masih diteruskan sampai sekarang...

Kedekatan pergaulan dengan 7G sudah sejak awal masuk kuliah (Tahap Pertama Bersama), terlebih ketika berpartner tugas kuliah Penelitian dengan Bahrudin. Kamar kosnya sering kali diserbu oleh member 7G terlebih ada daya tarik perangkat komputer (PC) yang pada masa itu masih menjadi barang lux... Hanya mahasiswa yang "beruntung" yang memilikinya.

Berjodoh dengan Retno Miyosi ketika masih bekerja di Mitsubishi Chemical. Ind, kota Cilegon. Alhamdulillah sekarang telah dikaruniai dua anak gadis yang cantik-cantik  (insya Allah Shalehah) .

Darah perantau membawanya melanglang buana ke negeri Ruwais, Abu Dhabi..negara UAE...Sekarang bekerja di Borouge, bagian dari group Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC)..PERTAMINA-nya negeri UAE...



Insya Allah ... suatu saat, 7G dapat menyelenggarakan pengajian bareng (setelah itu... olahraga truf) di rumahnya Fauzi di Abu Dhabi.
Aamiin... Aamiin yaa Robbal alamin....!!!

Monday, July 2, 2018

Bambang Trisakti


Lahir & tumbuh besar di lingkungan kawasan perkebunan kelapa sawit di daerah Kuala Simpang, daerah perbatasan antara Sumatera Utara dengan DI Aceh.Ayahnya keturunan Jawa yang "hijrah" ke Sumatera, sedangkan Ibunya keturunan Melayu. Sewaktu kuliah S2 di Teknik Kimia ITB, kos di Sekeloa Selatan berhasil mempersunting perempuan berdarah campuran Cirebon-Kuningan yang kala itu sedang kuliah di FIKOM UNPAD. Alhamdulillah telah dikaruniani seorang putera yang gagah seperti Bapaknya.... 

Pendidikan dasar sampai dengan SMA di Kuala Simpang, melanjutkan pendidikan S1 Teknik Kimia di Universitas Sumatera Utara, sedangkann S2 di Teknik Kimia ITB dengan yudisium "Cum Laude".  Menekuni karier sebagai pendidik di lingkungan Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara.