Showing posts with label Nostalgia. Show all posts
Showing posts with label Nostalgia. Show all posts

Monday, July 2, 2018

Dida 'The Braveheart' MP




Sedikit bocoran pencipta nama 7G adalah Dida MP. Dia adalah urang Bandung pertama yg saya kenal. Saya ingat pertama kali dia menyapa, "Dick, sudah lama..?". "Sudah lama apaan?", tanyaku. "Iya, sudah lama gendutnya..", gitu jawab Dida. Bujubuneng, nekat dan berani banget nih kawan. Asem tenan. Jangan2 gara2 pertanyaan Dida sy jadi sulit diet sampe sekarang, hhh..
Cuman saya selalu terkesan dgn senyumnya, apalagi senyum dikulumnya, "menggoda, penuh misteri sekaligus nyebelin". Bahkan dia pernah dijuluki the most sexiest student ever, meskipun saya masih bingung dilihat dari mana tuh julukan.
Banyak hal lucu dan fenomena ajaib tentang kawan satu ini, walaupun saat ini sudah resmi menyandang gelar Kakek atawa Aki yang tentunya tidurnya cuman sama Nini, tetep aja kehadirannya selalu mengundang keceriaan.

Dibalik kelucuan, kejahilan dan kecerdasannya, siapa sangka Dida adalah seorang pemberani. Syahdan pada saat TPB di ruangan GKU pernah diadakan pertandingan adu pancho antar TK 87, dan entah kenapa terjadi keributan. Semua mata tertuju pada perseteruan Dida melawan Safiudin. Bujubuneng David vs Goliath nih.
Serentak saya  dan kawan lain berusaha melerai, tapi tetep aja Dida nyolot sembari gaya preman Cicaheumnya keluar, "Ayo kalau berani.. emang siapa takut..!!!", begitu Dida menantang Safiudin untuk beradu jotos. Alhamdulillah perkelahian bisa dilerai oleh Wahab, Ketua Angkatan kala itu dan teman lain, walhasil gagal deh tinju bebas ala TK 87.
Dengan rasa penasaran setelah diluar GKU saya bertanya, "Dida... kamu kok hebat bener sih, Safiudin segede gitu kamu lawan?". 
Dengan senyum jahilnya Dida menjawab "Ah.. siapa bilang berani, saya yakin aja pasti juga dipisahin sama yang lain, ini mah gaya aja",

Gubrakkkk......!!!

Well..... Dida 'The Braveheart' MP.. 






Jakarta, 10 Juni 2018
By *Dicky Ahmad Gustyana*


Josua Lulus



Josua Decardo Siregar memang luar biasa, selain namanya yg cetar membahana, sohib saya yang satu ini cool banget orangnya. Pinter dan bisa main musik sekaligus bassist di group band SMA. Selain family man, dia juga guru vocal terbaik saya yang pertama.
Prediksi kita betul, 'Jos' begitu biasa dipanggil lulus duluan. Kebanggan berikutnya Jos langsung diterima di Pupuk Kaltim Bontang. Kupikir jejak Jos bakalan sulit diikuti anggota 7G yg lain nih.
Acara perpisahan pun dirancang. Syukuran di Bandung, foto bareng di Jonash, dan diakhir dengan mengantarkan Jos terbang ke Kaltim. Percis kayak di pelem2 jaman itu. Foto bareng di Jonash dgn dresscode batik lengan panjang sangat "sesuatu" sampai sekarang. Dan masih terpampang megah menghiasi dinding ruang perpustakaanku. 
Satu demi satu acara perpisahan dengan Jos kita laksanakan dengan berbagai nuansa, akhirnya tiba waktunya kami mesti mengantar Jos ke Jakarta. Untuk menghemat biaya serta lebih mempererat persahabatan, pick up putih Wito jadi pilihan untuk mengantar kepergiannya. Masalah kemudian timbul, karena hanya 3 orang yang bisa duduk di ruang kemudi, sedangkan sisanya harus di bak terbuka. Naik di bak terbuka pasti akan menimbulkan masalah lagi. Selain gak nyaman, juga pasti jadi obyek tilang oleh polisi. Soal gak nyaman mudah diatasi, nah soal polisi gemana?? Akhirnya diputuskan penumpang di bak belakang harus tiduran pada saat masuk Jakarta. Terpal bak pick up harus terpasang datar sehingga tetap mengesankan nggak ada barang. 
Saya, Handian dan Wito duduk di ruang kemudi. Pemilihan posisi tergantung dari kepemilikan mobil dan kemampuan mengendarai mobil, hapal jalan, dan tentunya persiapan menghadapi polisi. Bahru, Wandy dan Yudi duduk, eh tiduran di bak pick up. Sementara Jos ke Jakarta naik kereta karena sdh dibiayai oleh PKT.
Sepanjang perjalanan dipenuhi guyonan dan cerita selama di kampus, tapi entah para sahabat saya di bak belakang. Saya tetep percaya kebahagian bukan masalah kondisi, tapi kebahagian yang akan menciptakan kondisi itu sendiri, aku bicara dalam hati.
Akhirnya sampailah kami di bandara untuk melepas kepergian sahabat kami yang terpintar. Tanpa sadar entah kenapa mata kami sdh basah, oh.. sungguh indah persahabatan itu... terimakasih ya Allah. Dan saya pun yakin, badan pegal-pegal sahabatku yg tidur di bak belakang pun juga sudah hilang.. 
Waktu itu kita gak sempet nanya ke Jos, kira-kira dapat gaji dan fasilitas kayak apa, karena buat kita itu bukan acuan, malah akan memberatkan beban pikiran kami. Tapi saya pikir insya Allah Jos cocok dengan karakter BUMN. Saya tahu cukup banyak tentang Jos, proud of you Josua...



Jakarta, 9 Juni 2018
By Dicky Ahmad Gustyana




Sang Nenek


Saat itu sekitar tahun 1988 atw 1989, film yg ngetop kalo ga cabo, catatan si Boy, ya Lupus. Tapi ini bukan kisah keduanya,  baik dari kemiripan ceritanya apalagi dengan fisik pemerannya,  jauh ga ada mirip2nya sama Onky Alexander atw Ryan Hidayat, hahaha.. Ini cerita yg ada kaitannya dgn salah satu teman kita ayahnya Batak tulen ibunya dari Cianjur yg lemah lembut. Ya dialah Bahru Manurung, teman kita yg pintar dan baik hati. 
Alkisah saat itu saya, Bahru,  Wandi , Josua, Aries (TK86) ,sy agak lupa apa Handian, Dicky, Yudi ikut serta, bertamu dan bermalam di rumah "penggemar berat' Bahru, seorang cewe SMA alamat Jakarta ,anak orang kaya , cantik relatif lah , hehe... 
Cewe itu sebut saja namanya Inong. Sy jg gatau darimana,  kapan,  bagaimana Bahru bisa kenal cewe itu,  sampai saat ini masih menjadi teka teki. Sy jg ga ngotot kepo,  setiap orang punya rahasia dan disimpan di lubuk hati yg paling dalam. Halahh.., prett ahh..,  hehehe
D rumah itu, beuhh segala disediain: makanan berat, sedang ,ringan, yang berkuah yg keringan, asin, manis, gurih, yg ,renyah maupun yg lembut meleleh di mulut. Minuman jg sedia kopi ,teh ,susu, dan aneka jus, tinggal bilang aja.  Benar2 perbaikan gizi yg cukup signifikan, hehe
Di rumah itu selain tinggal kedua orang tuanya , dua adik laki2nya, juga ada seorang perempuan sangat senior ,sktar 70 tahunan, ya beliau neneknya.  Kami berempat (atw berlima?) tidur di kamar di lantai dua yang ada balkonnya menghadap keluar ,nyamanlah ,untuk ukuran saat itu sudah sperti berlibur di hotel bintang lima, sejenak bisa melupakan kepedihan nilai nilai ujian, hihi..
Sang nenek tiap pagi dan petang, gatau kenapa juga, selalu datang menghampiri kami2 ini. Sekedar ngajak ngobrol mungkin, tapi ya itu panjang lebar broo.... Di balkon itu ngobrolnya , lesehan ,nyantey sihh cuman lawan bicaranya itu lho, ko ya senior banget gitu..
Sebagai seorang yg sudah sepuh, beliau punya pengalaman  hidup di tiga jaman : belanda ,jepang ,revolusi ,orde lama dan orde baru ,ehh ko jadi ada lima jaman ya, yo wis ga usah dipikirin., ga usah dipertentangkan.
Nah ini bagian yg nyebelin, tiap si nenek berkunjung ,ntah kenapa teman2 yg lain Bahru, Wandi, Aris,Josua, ko jadi mendadak penyakitan :, beserlah (sering pipis), muleslah ,dan selalu memilih toilet yang di lantai bawah ,dan ga kembali lagi ke atas.. ,hadeuhh nasib... 
Jadi di rumah itu, saya selalu menemani sang nenek mendengarkan beliau bercerita  jaman perjuangan , suka duka kehidupan jaman old , sungguh old sebenar-benarnya, bahkan soal asmara. Kalo dihimpun dan disusun ceritanya sepertinya  bisa menyaingi cerita film Titanic, dimana disitu jg cerita berawal dari tutur cerita seorang nenek,  soal percintaan Rose muda dan Jack Dawson (Leonardo diCaprio), hehe..saking panjangnya tapi beda kisahnya. Sy percaya semua pasti ada formula-nya ada solusinya,  sy keluarkan jurus shaolin ,iya jurus shaolin yg sy dapat dari tokoh si Caine sang pengembara dlm serial TV The Kungfu. Kata om Caine,  kekuatan pikiran dan kelembutan hati bisa mengalahkan segalanya. Sy coba bayangkan saja yg di depan itu , yg lagi cerita itu , adalah artis cantik dn sexy kala itu,,  sebut saja pd masa itu ada Yurike Prastika,  Inneke Koesherawati atw yg lebih hot dan matang ada juga Eva Arnaz,  teman mainnya film Dono Kasino Indro. Khusus yg terakhir hati2 konsentrasinya harus fokus,  salah salah bukan Eva Arnaz yg masuk benak,  tapi Dono yg hadir menyeringai,  hahahaa... . Tapi ingat jangan ngebayangin artis2 sexy tadi kondisi update saat ini ya,  mereka sdh jadi emak2. Inneke jg sdh berhijab lama, masih cantik, alhamdulillah. O ya sebagai informasi usaha kekuatan pikiran sy tadi itu ternyata gagal total,  ttp aja sy hrs terima kenyataan yg ada,  mgkin terlalu besar gap antara harapan dn kenyataan,  hihi entahlah.  Maka dari itu,  sy hadapi sj kenyataan itu dengan gagah berani, seraya berharap semoga perjuangan pahit itu kelar dalam tempo yg sesingkat singkatnya. Merdekaa.. !!!






Bandung, 8 Juni 2018
By Dida MP





"All I have to do is Dream" (Tulusnya Hati Seorang Sahabat)


Persahabatan kami dimulai dari partner Menulap dan Penelitian. Berlanjut karier bareng di PT. Mitra Olah Bumi ngurusin Aspal Modifikasi dan sukses dgn program reengineering LPG Plant di PT. Titis Sampurna. Sepak terjang bersama Handian yang kami lalui menorehkan sejarah dan pelajaran hidup berharga yg tak terlupakan.
Pribadinya elegan dan ringan tangan. Spesialis bidang masak memasak, fotografi dan perbengkelan, plus banyak talenta lain dimiliki Handian. Antara lain suaranya merdu mendayu ala Ebiet G Ade atau para rocker dari Malaysia, kemampuan musikalis, dan kemampuan berbahasa asing yakni Sunda dan Sunda.... Sederetan talenta ini yang membuat beliau sangat percaya diri, bahkan mungkin seorang Rano Karno pun lewat. Dosen "ter-antik" TK kala itu, Pak Handi aja masih disebut tidak sempurna. "Kalau sempurna namanya harus Handi + an", begitu katanya.
Darah Bangsawan
Handian kalangan Pendekar 7G biasa dipanggil Mang Ujang. Konon, ia masih keluarga bangsawan Sumedang. Sebagaimana keturunan bangsawan, selalu memiliki prinsip yang kuat dan dalam setiap obrolannya sangat khas dengan celetukan, "De, pake ini....",  sambil jari telunjuk menunjuk kepala. Jadi ngga heran kalo ngga sembarang orang bisa akrab dengannya. Saya tau banyak karena saya juga bangsawan dari tanah Banten. Itulah makanya saya bisa akrab dengannya, sesama bangsawan.
Marahnya Bangsawan
Ketegasan prinsip hidupnya mulai saya rasakan pada saat kami terbentur masalah seminar menulap. Saat itu oleh koordinatornya kami seolah dijegal untuk dapat seminar pada waktunya, padahal semua syarat sudah terpenuhi. Hanya gara2 kesalahan administrasi bisa berakibat fatal.
Setelah keluar dari ruang koordinator, saya rasakan Mang Ujang sangat marah. 
"Kesalahan kan bukan ada dipihak kita..!!!", begitu gumamnya. 
"Dick..yu ah kita ikutan kuliah Hukum di Unpad..", celetuk Mang Ujang. 
"Kunaon memangna?", tanya saya. 
"Saya cuman mau tahu kalau pembunuhan berencana itu berapa lama dihukumnya dan bagaimana cara lepas dari tuntutan hukumnya", jawab Mang Ujang. 

Gelo ya.....


Touring Para Bangsawan
Dalam masa menunggu dan sdh ngga banyak kawan seangkatan di kampus, kami berdua sering touring naik motor. Suatu saat kami touring ke jogja dan sampailah di daerah Wates. Tiba disana kita break untuk melaksanakan sholat Jumat. Karena baru jam 11 kami berdua duduk paling depan, pas dibawah mimbar. Bagi jamaah lain pasti  melihat kami seperti musafir yang sangat sholeh. Tak terasa kami berdua tertidur kelelahan. Tau2 kami dibangunkan oleh jamaah lain untuk sholat Jum'at, karena khutbah jumat sudah usai. Walhasil kami berdua cuman numpang tidur di shaf pertama.
Mang Ujang kadang main gitar dan bernyanyi bersama. Bahkan sempet merekam lagu "All I have to do is dream". Coba pas karoeke diputar lagu itu, dia pasti akan sangat takjim dengan sikap sempurna layaknya menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Dalam semua acara dan touring 7G, Mang Ujang selalu bertindak sebagai fotografer dan dokumenter. Walhasil dalam koleksi foto 7G beliau paling sedikit. Yang paling banyak biasanya Wandy, karena dia memang lebih PD soal kegantengan dibanding Mang Ujang.
Kelebihan lain adalah jiwanya yang romantis plus doanya makbul. Tahun 2002 kami berdua sholat di Masjid Agung Surabaya. Saat itu Mang Ujang bilang," Yuk Dick kita berdoa, someday kita bisa sholat bersama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi". "Aaamin....", imbuh saya. Alhamdulillah di tahun 2017, lima belas tahun kemudian, kita diijinkan Allah untuk bersama sholat di kedua masjid tersebut. Bahkan bareng dengan Bahru, Yudi, Aris, Wandy dan Doedoeng. Masya Allah...., nuhun Mang Ujang.












Jakarta, 11 Juni 2018
By *Dicky Ahmad Gustyana*


Yudi Jutawan

Pendekar 7G selanjutnya yang lulus setelah Jos adalah Yudi. Membanggakan sekali karena dia langsung berkabar sudah mendapat pekerjaan. Memang agak berbeda dengan nuansa penyambutan kelulusan Jos. Kali ini cukup sederhana, mungkin karena energi masih terkuras saat penyambutan Jos. Kami saat itu kumpul di kamar A21 asrama Bumi Ganesha, perayaannya makan gado gado bareng.
Entah dapet angin dari mana, saat itu saya bertanya, "Yud, berapa gajinya sebulan di tempat kerjaan yg baru?". Yudi langsug jawab, "Ah kecil kok, cuman sekitar Rp 500 ribu/bulan". Handian atau sering kita panggil Mang Ujang pun menyahut, "Atuh kalau gitu mah ente jutawan, tapi tiap 2 bulan sekali..".
Horee... syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaiikkk.... ðŸŽ¹ðŸŽ¼ðŸŽ§ðŸŽ¤



Jakarta, 9 Juni 2018
By *Dicky Ahmad Gustyana*

CERMIN AJAIB


Lab TK 1 menghasilkan laboran dengan kemampuan modifikasi data dan justifikasi teori dan persamaan matematika berdasarkan aluran variable variabel. Selain itu juga bisa timbul cinlok diantara sesama partner laboran..
Karena pengen ganti suasana saya, punya partner untuk lab 1 angkatan 89... (nama dan identitas lain dirahasiakan..).
Dimulai hanya diskusi, bikin laporan, terus nge 'run' bareng, ceritanya mulai deh timbul gejolak, cie ..cie.. Padahal saat itu saya juga sdh punya pacar..
Mulai hanya mengantar pulang sehabis nge 'run', jadwal main ke rumah di bilangan Jalan Riau sdh makin meningkat frekuensinya. Bahkan sang Bunda seolah senang dengan hubungan kita, walaupun sampai sejauh itu saya tetep pada prinsip senang boleh, jadikan pacar jangan.
Kamarku di A21 asrama Bumi Ganesha selain rak buku, meja komputer, ranjang dan stereo set juga ada cermin cukup besar. Tinggi 160 cm dan 50 cm lebarnya. Motto nya : ngaca dulu sepuasmu, sebelum bentuk tubuhmu berubah ga karuan..
Suatu kali kami sedang nge 'run' bareng kebetulan ada Josua. Sambil iseng Jos ngomentarin kita, kenapa pada saling cemberut.. Jos cukup tahu apa yang terjadi pada sahabatnya..
Suatu malam Minggu saya janjian untuk bikin laporan di rumahnya. Tapi bukan rahasia lagi, malam Minggu kan jadwal wakuncar. Alhasil dengan segala modus saya lebih memilih ngapel dibanding ngerjain laporan Labtek.
Surprise malam minggu yang tak terlupakan, ketika saya kembali dari ngapel saya masuk kamar asrama, langsung mata saya tertuju pada cermin kesayangan saya , saya tertegun, tercekat sembari menahan nafas. Seluruh permukaan cermin penuh dengan tulisan tangan "...dicky dodol..dicky dodol..dicky dodol..." ekspresif luar biasa, dgn guratan lipstick diatas permukaan cermin. Membaca tulisan itu saya jadi dihantui rasa bersalah yang luar biasa. Sy baru ngeh, pantas saja beberapa kawan asrama sebelah kamar senyum senyum menyapa saya sebelum saya masuk kamar tadi. Pasti mereka sudah lihat cermin itu.
Ungsikan cermin
Malam minggu terpanjang yang saya rasakan, campur aduk antara rasa senang, tapi lebih dominan rasa bersalah, ya.. rasa bersalah kepada pacar saya. Saya harus cari cara untuk mengatasinya. "Ungsikan cermin", begitu pikir saya. Keesokan pagi saya menemui Bahru sahabat suka dan duka, saya sampaikan permasalahan sekaligus berharap jangan sampai informasi meluas sampai ke keponakannya. Akhirnya sepakat cermin dipindahkan ke rumah Bahru di Halteu, tentunya setelah menghapus goresan lipstick itu.
BMW (Bebek Merah Warnanya), Honda merah C700 begerak lambat dari asrama menuju rumah Bahru, yang sekaligus sebagai pengemudi, saya dibelakang sambil memegang cermin tinggi yang diletakan diantara saya dan Bahru. Pandangan saya total tidak dapat melihat situasi di depan motor.
Ketika sudah nyaris sampe rumah Bahru, tiba-tiba "Praannggg.......!!!", lamunan saya buyar, cermin pecah berantakan.  Seketika itu juga motor berhenti. Rupanya cermin 'sialan' itu  terbentur listplang genteng tetangga rumah Bahru. Bayangkan hanya tinggal 5 meter, cermin pecah berantakan..
Bahru tertawa keras, untung pakai helm jadi pecahan cermin tidak langsung menghamburi kepala. Sambil komentar, "Dick kalau mau mecahin mah dari tadi aja atuh di asrama". Saya masih termenung, rasa bersalah akhirnya hilang seiring dengan pecahnya cermin ajaib.. 
Quiz : Siapa Sang Penulis di cermin, dan kenapa menulis begitu?





Jakarta, 8 Juni 2018
By *Dicky Ahmad Gustyana*

KI YAMIN PALSU


Satu tahun sudah persahabatan terjalin diantara kami, 7G. Sebagai salah satu cara untuk melupakan bengisnya pak Handi dan pak Robert.
Untuk merperluas persahabatan kami selalu berusaha mencari teman teman satu tipe. Hanya kami yang tahu tipe tersebut. Kalau cakep dan baik hati itu bukan tipe, hanya kebetulan saja semua anggota 7G sudah 'build in'.
Tersebutlah calon anggota baru bernama Yamin, atau sekarang disebut Ki Yamin. Sayangnya pada saat akan dilakukan PDKT lengkap dengan kampanye visi dan misi 7G Ki Yamin sakit, sakit tipus dan dirawat di RSHS. Saya lupa ruang berapa, tapi yang pasti ruangan ekonomi berisi 6 bangsal.
Komite 7G menugaskan saya dan Bahru untuk menjenguk Yamin di RSHS. Saya sangat familiar karena pacar kuliah di kedokteran jadi sering antar jemput ke RSHS.
Pada hari yang ditentukan saya dan Bahru bolos kuliah dengan tujuan lebih mulia, menjenguk kawan sakit, calon anggota baru 7G.  Ngga lebih dari 10 menit setiba di RSHS kami berdua masuk ke ruangan Yamin, dan betul dugaan kami, kamar ekonomi..
Mata kami berdua langsung tertumbuk pada satu bangsal di pojok paling depan sebelah kiri, "Ya Allah, kasihan sekali Yamin kurus kering...". Gumamku dalam hati.
Karena jaman itu ga punya banyak uang, jadi kami berdua nggak bawa buah tangan sebagai pamantes nengok orang sakit. Kita pikir dengan kedatangan kita berdua pasti Yamin terhibur. Kan keluarga dan sodaranya di Garut susah datang, dan belum tentu juga Yamin masih dianggap sodara.
Kita berdua biasa memulai pembicaraan dengan guyonan khas kabayan. Bahru pancing, saya smash. Terus berulang, sampai entah berapa lama nggak inget waktu. Kami berdua jg secara ngga sadar sdh makan makanan yg ada di meja pasien, mungkin tinggalan dr yang nengok sebelumya. Tiba2 kita disuruh pulang sama suster, selain habis waktu suara cekakak cekikik kami juga mungkin bikin pusing pasien lain..
Akhirnya kita pamit ke Yamin... Yamin yg saat itu terlihat kurus dan tanpa kumis baplang andalan tebar pesonanya dipamiti. "Min... yuk ah kita pulang dulu, semoga cepat sembuh", kata Bahru. Dan saya juga sempat mendoakan dgn khusu'.
Tapi Yamin bukannya menjawab malah nanya, "Emang temennya siapa yang mau ditengok..?". Astaga, serempak kami berdua kita tertegun. "Jadi akang teh bukan Yamin anak TK ITB?...". Dengan polosnya pasien itu menjawab,  "Bukaaan...!!!". 
Gubrraaakkkk....
Dengan malu malu kucing, dan muka merah kami berdua pamit. Tapi konyolnya  masih juga tangan pegang  buah di meja milik pasien, dan bilang dengan berat hati saya bilang, "Punten kang...punteen pisan,....kita pikir akang teh Yamin..., pantes beda pisan, bari begang dan ga ada kumisnya".
Walhasil hari itu kita gagal meng 'hire' anggota baru...  Memang 7G ditakdirkan untuk bertujuh...



Jakarta, 7 Juni 2018
By *Dicky Ahmad Gustyana*

KURSUS STIR MOBIL ALA 7G


Jaman kuliah akhir dulu 7G bersepakat paling nggak ada 2 hal yang mesti disiapkan, lamaran kerja dan lamaran pacar. Artinya persiapan memasuki tangga kehidupan yang lebih mandiri.
Urusan cari istri kita akan ceritakan selanjutnya, urusan cari kerja ada sedikit memory yang tak terlupakan. 7G sudah terbentuk di tahun awal kuliah dan secara takdir hampir bersamaan juga 7G mau lulus. Mungkin saya dengan Handian yang agak lebih betah di kampus dibanding yang lain.
Dulu kita mikirnya gini, kalau bisa jadi direktur ngapain jadi manager, kalau jadi manager ngapain pakai ngelamar jadi staf. Nah ngelamar jadi direktur dgn basis fresh graduate kan mimpi, jadi pekerjaan level manager yang kita sasar. Mobil operasional pasti menjadi bagian fasilitas seorang manager lah ....
Dari anggota 7G hanya saya, Handian dan Jos yang sdh biasa bawa mobil, tapi cuma saya yang kebetulan punya mobil sendiri jaman kuliah, itupun mobil pacar saya..
STAGE 1
Honda Civic putih sebagai alat kursus mobil plus beberapa materi pelajaran kursus sdh saya buat. Instruktur cuma saya, karena Handian dan Jos mundur. Celakanya calon muridnya betul-betul mengkawatirkan dalam motorik skill..
Dari 3 murid, Bahrudin layak disebut subo, kemudian Aris Jatnika tk86 dan terakhir Wandy. Ini yg agak genting, Wandy naik sepeda aja kayaknya ga bisa..
Kita selalu jalan malam, menghindar polisi dan kemacetan jalan. Mulai dari jalan lurus, jalan gang, sampai ke gunung sdh dijajal. Bahru punya tulang bagus istilah Kho Ping Ho, jadi ga susah ngajarinya. Cuman susah kalau disuruh beli bensin sama indomie..
Dalam stage 1 dikisahkan  hanya Bahru yang lulus, mengingat nepotisme juga  sih karena pacar saya ponakannya dia.. 
Aris harus remedial, karena setir mobil dianggap stang motor, jadi selalu mikirnya tuas gas mobil ada diposisi setir. Sampai digengam dengan gerakan maju mundur tu setir ala gas di stang motor, mobil nggak juga bergerak.. kalo di shooting pasti mirip2 pelem Kabayan.
Nggak lama Aris berhasil lulus, walaupun di ujian akhir di bukit daerah Cimahi sempet nyerempet Nenek nenek di pasar pada saat subuh yang bikin heboh se pasar. Bahkan Nenek tsb terpaksa dibawa ke puskesmas terdekat dan saya saat ini ambil posisi sebagai penanggung jawab. Selama 2 jam lebih di puskesmas dgn orang-orang pasar yg masih terlihat beringas. Hasil otopsi, si Nenek terkena TBC, jadi ga ada urusan sama keserempet mobil. Aris lulus dengan predikat mengkhawatirkan.
Tinggal Wandy, terpaksa dibuat sesion khusus. Training di asrama Bumi Ganesha tempat saya tinggal dulu. Disana ada area taman yang bisa dipakai untuk belajar maju mundur mobil.
Dengan penuh kesabaran saya membimbing Wandy, karena saya lihat Wandy sangat antusias untuk bisa mengendarai mobil.
Mobil maju mundur di lintasan sepanjang 15 m, dan dalam 7 menit pertama sangat mulus. Sebagai catatan mobil bertransmisi manual sehingga butuh skill khusus.
Di menit kedelapan loadspeaker asrama berbunyi..."Dicky ahmad.. unit A21 ada telepon dari cewek". Krn memang saat itu di asrama sedang pertandingan, penghuni yang paling banyak dapat call dari cewek dapat hadiah,  saya turun dr mobil ke ruang telpon. Saking asyiknya PHP dgn TTM, saya lupa dengan Wandy. 15 menit selanjutnya saya turun dan ternyata Wandy masih maju mundur dengan mobil, terharu saya. Luar biasa, selanjutnya saya kasih aba aba,"Wandy ...udah..udah cukup". Mobil dalam keadaan mundur, tapi Wandy lupa ngerem. Alhadil mobil nyeruduk tanah batas taman.. gubrakkk... 
Buat saya dengan skill kayak gini Wandy susah buat dilulusin, karena walaupun adiknya wandy cewek anak TK 89 saya selalu dilarang untuk ngecengin dia, jadi ya terpaksa tidak lulus...
STAGE 2
Anggota 7G kedatangan tamu, yaitu Wito. Wito ikut di group karena lagi ngecengin adiknya pacarnya Bahru..
Wito bawa mobil pick up putih, ya saya pikir sebagai sogokan mesti dipinjem mobilnya, buat ngajarin Wandy. Dengan perasaan berat hati Wito minjemin. Enaknya mobil Wito, bensin selalu penuh dan ada duit receh buat beli gorengan..
Kita pakai mobil pick up Wito untuk belajar, lokasi di area kompleks dosen Siliwangi. Mobil start, masuk gigi 1, jalan mulus, alhamdulillah murid saya Wandy makin menguasai, terharu lagi saya..
Kita putar-putar 1 block di perumahan dosen, 13 menit mulai bosan, saya bilang, "Wandy, kita ke jalan gede, ke Dago". "Oke sip",  jawab Wandy. Baru jalan 2 menit, ada pohon segede gaban disisi kiri mobil diserempet. "Waduh cilaka..!!!", saya terus marah. "Emang ga keliatan tu pohon?.. udah diem juga pohon masih diserempet", teriak saya. Dengan kalem dan tanpa dosa Wandy jawab, " Dick, saya kan baru belajar belok kanan, jadi pas belok kiri tu pohon disebelah kiri keserempet..".
Dengan terpaksa sampai dengan Stage 2 Wandy tetep kagak lulus.
Jakarta, 7 Juni 2018
By *Dicky Ahmad Gustyana*