Showing posts with label Profil-1. Show all posts
Showing posts with label Profil-1. Show all posts

Sunday, July 8, 2018

Josua Decardo Siregar




Batak tulen bermarga Siregar lahir dan besar di kota Bandung. Yaaa...walaupun tersublimasi sebagai Batak Sunda..sebagai upaya perbaikan generasi.

Ada dua Batak di 7G ini dia salah satunya..yang membuktikan 7G dari awal sudah kental dengan kebhinekaan...
Satu bermarga Siregar, satunya lagi bermarga Manurung

Ayahnya TM Siregar berasal dari daerah Muara dekat Silangit, Danau Toba, sedangkan Ibunya  Nurmianna Siagian dari daerah Banualuhu, Porsea.


Dari pernikahannya dengan dr Mei Ria Sitindaon,SpKK (temannya Rizka/istrinya Dicky Ahmad Gustyana) telah dikaruniai 3 orang anak: Jovita Siregar, Jovandra Siregar, Jose Siregar.
Keluarganya tinggal di Cipta Graha B/4 Bandung.


Pendidikan lewat jalur mulus bebas hambatan sekolah-sekolah unggulan, mulai masuk SD Santo Yusup Cikutra Bandung, kemudian  SMPN 5 Bandung, lanjut SMAN 5 Bandung. Sampai akhirnya kuliah di Jurusan Teknik Kimia ITB.

Jos, pribadi cool... diam-diam menghanyutkan, semua terkalkulasi dan terencana dengan matang.

Punya hobby nonton film dan ber internet ria ini, serta piawai juga memetik gitar. Saat ini penggiat gym..., mungkin berharap seperti rambo.
Hahahaha .....

Dari semenjak lulus kuliah sampai sekarang tetap konsisten bergelut untuk kemajuan industri Pupuk di Indonesia. Mulai masuk bekerja sebagai karyawan PT Pupuk Kaltim.  Sekarang  mendedikasikan pengabdiannya di  PT Pupuk Indonesia (Persero), di Jakarta.

Tuesday, July 3, 2018

Dicky Ahmad Gustyana


Sejak dari masa kuliah, kami prediksikan dia akan menjadi orang besar, terbukti sekarang pun ia menjadi orang besar. Tapi beruntung dia masih rajin olahraga sehingga walaupun menjadi orang besar, kesehatannya tetap terjaga dan cukup prima. Kalau merujuk  BM Index pasti error dan perlu kalibrasi, walaupun sekarang berat badannya cukup ideal, hanya sedikit kurang tinggi badannya saja... (mungkin hanya kurang 3~4 dm). 

Orang besar ini lahir dan tumbuh di tengah keluarga besar, anak ke-2 dari 8 bersaudara. Putera dari Bapak Tubagus Setiasena dan Ibu Djuhro Fatimah, membawa trah Sumedang, Bandung, dan Banten. Dari kecil bernomaden ria karena ikut tugas ayahnya sebagai pegawai negeri sipil. SD sampai dengan SMAN 68 kelas 1 diselesaikan di Jakarta Pusat, selanjutnya menamatkan SMA di Yogyakarta, tepatnya di SMA Negeri Tirtonirmolo, sedangkan S1nya di Jurusan Teknik Kimia ITB.


Hobbynya membaca, penggemar makan enak,  memasak makanan enak, sedikit Olah raga Tenis lapangan, Golf dan menembak ini, Alhamdulillah telah memiliki 2 putra dan 1 Putri dari pernikahan dengan dr. Rizka Yurianda SpOG KFER (keponakan Bahrudin Manurung) . Putra pertama Tubagus Rizaldy Satya Arrasyid telah menamatkan jenjang S1 di Teknik Kimia UI, anak kedua Tubagus Muhammad Rizki Arrasyid dan terkecil Salsabila Saafia keduanya masih duduk di bangku SD. Bersama keluarga tinggal di bilangan  Petojo Sabangan, Petojo Selatan Gambir.




Saat ini berkiprah di PT. Titis Sampurna sebagai Direktur Teknologi dan Pengembangan Bisnis dan anggota Working Group Energi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) dan juga aktif  dalam Community Development melalui Yayasan Media Amal Islamiyah, Pengembangan Usaha di Pesantren Sidogiri Pasuruan.




Monday, July 2, 2018

Handian

2017_ Mekah (395)

Lahir di Bandung, dari sebuah keluarga besar... bungsu dari 9 bersaudara... Ayah dan Ibunya asli keturunan Sumedang. Ayahnya, Bapak E Sulaeman (alm), yang bekerja di PMI Cabang Kodya Bandung, wafat ketika Handian kecil masih berumur 4,5 Tahun. Kemudian Ibunya, Ibu Hj Muhyana (alm)  seorang kepala SD di Cisitu Lama,  memboyong sebagian anggota keluarganya pindah ke Sumedang. Handian menghabiskan masa kecilnya sampai dengan pendidikan SMP di Sumedang. Melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Kodya Bandung. Sedangkan S1 di Jurusan Teknik Kimia ITB. 

Di samping menekuni hobby Fotografi sejak jaman kuliah, juga punya hobby mancing. Sedangkan kegiatan olahraga, sebagaimana member 7G yang lain beliau sangat menyukai olahraga 259, truf, dan bridge....


Tinggal di kawasan Ujungberung, Kodya Bandung bersama istrinya Nella Sri Wulandari, Alhamdulillah telah dikaruniai 2 orang putera: Naufal Ismail (1999) & Haikal Baihaqi (2000).

Dida Tresna Minda Putra

2017_ Mekah (353)


Beliau adalah Anggota 7G, yang paling dituakan karena sudah punya Razka, cucu dari anak pertamanya, Astri Tresna Chaerunnisa.  Sedangkan anak kedua M Farhan Tresna, sudah kerja di kantor pajak Depok, dan si bungsu Ananda Fitrinisa Tresna,  msh kuliah di STPB (sekolah tinggi pariwisata bandung). Bersama istrinya yang setia, Siti Fatimah, tinggal di kawasan Jl Kamarung, Cimahi.
Dida sendiri adalah anak bungsu, lahir tahun 1968,  dari pasangan  H. Abdul Rivai (88thn)  alhamdulilah masih sehat,  asal Bandung dengan Ibu Kusmiati (almarhumah),  asal Kuningan. 
Pendidikan dimulai di SD Kemah Indonesia I Jln Pagarsih, lanjut SMPN 3 Bandung,  Jl Dewi Sartika; SMAN 4 Bandung,  Jl Gardujati Bandung. Menyelesaikan kuliah di D4 Polban, jurusan Administrasi Niaga / Manajemen Bisnis




Karier pekerjaan selalu berdedikasi di PLN, sekarang ditempatkan di kantor  Distribusi Jabar,  Jl. Asia Afrika 63 Bdg


Aris Jatnika



Ini adalah anggota termuda di jajaran 7G, kehadirannya selalu membawa keceriaan.
Ia selalu ingin meyakinkan sekelilingnya turut ceria bersamanya. Sesuai motto hidupnya:
"Ulah ngingu kabingung & miara kasusah, sangkan aya dina kagumbiraan manah".





Lahir dan tumbuh besar di lingkungan Kosambi, Bronx nya kota kembang Bandung bukanlah hal yang mudah ... Hanya pribadi yang tangguh yang bisa melewatinya dengan mulus. Kami yakin bukan hanya karena ada mengalir darah biru di urat nadinya, tapi lebih karena didikan keluarganya yang membuat keluarga besarnya (bungsu dari 5  bersaudara; semuanya laki-laki) dapat tumbuh dan berhasil mengarungi kehidupan. Orang tuanya Aris dapat mengantarkan anak-anaknya untuk menyelesaikan pendidikan tinggi di UNPAD & ITB. 
Ayahnya, bernama Raden Rukasah Sungkawa Wirasasmita (alm). Beliau lulusan Denver, pada jaman perjuangan seorang veteran perang ,  setelah kemerdekaan sebagai Redaktur &Budayawan aktif di Dewan Kesenian Jakarta. Sedangkan Ibunya, Hj Raden Roro Soekanti (alm.Pekerjaan terakhir: Guru Gambar SMAN 4 Jakarta, juga beliau  pelukis/seniman (anak kesayangan Maestro Lukis Indonesia, Affandi).

Rumah orangtuanya di Jl Baranang Siang, kawasan Kosambi, letaknya bersebelahan dengan Gedung Kesenian Rumentang Siang serta hanya tinggal menyebrangi Jalan Baranang Siang kalau ingin berbelanja ke Pasar Kosambi. Semua jajanan kuliner tersedia, tinggal tunjuk tangan. Semasa kuliah menjadi salah satu tempat kumpul-kumpul kami, 7G.  Hubungan kami dengan keluarga besarnya, serta suasana pergaulan dengan tetangga yang begitu terbuka, menorehkan banyak kenangan.



Buah pernikahan dengan Maya Musniawaty, melahirkan 3 orang anak. Dua anak laki-lakinya disekolahkan di sekolah berbasis pendidikan Islam: M. Shulhan  Rahmadan Kelas 3 SMA di Pesantren/ Boarding School Nurul Fikri Serang ;  Jihadhul Mukminin Kelas 3 SMP di PESANTREN/ Boarding School Al Binaa. Sedangkan perempuan yang bungsu: Safwa Hushaima Aala masih sekolah di Kelas 3 SD   YASPORBI Jakarta.


Pemilik sekaligus Direktur PT  JOBS COLOURING ini, duluuuuuuuu.....  pada jaman sekolah punya hobby banyak: selain Catur & truft.. Beliau juga menyenangi Badminton, Gerak Jalan,  Basket, Tenis Meja, dan Sepakbola. Di kalangan 7G, beliau paling jago main Catur!!! Belakangan... hanya menyisakan hobby Nonton (terutama silat Cina), baca buku..... dan MELAMUN.
Insya Allah bukan sembarangan melamun.... Hehehe...




Wandy Wigandy


2017_ Mekah (440)


Anggota 7G paling pendiam plus pang kasepna di jamannya.... Wandy Wigandy. Lahir bulan Agustus 1968. Wandy sangat mencintai Bandung dari kecil ngga pernah keluar dari Bandung baik sekolah maupun berkarier...Dimulai dari SD Negeri Gang Asmi III (1975-1981), SMP Negeri 10 (1981-1984), SMA Negeri 4 (1984-1987), TK ITB (1987-1994). Seirama dengan pendiemnya Hobinya maen kartu, nonton bola, menikmati musik, agak mager makanya  sekarang termasuk orang besar... Bapak Adjat Rujatna (alm) keturunan campuran Bandung&Sumedang sedangkan Ibu Itjah  yang asli urang Tasikmalaya.

Ada hal sangat istimewa dari Ibu Itjah ini, sepeninggal suaminya... beliau berhasil mengantarkan 3 dari 6 anaknya untuk dapat menyelesaikan kuliah di Teknik Kimia ITB.Dini (adiknya Wandy), berhasih menyelesaikan jenjang S3 di Jepang dengan kajian gasifikasi batubara. Bahkan ditambah seorang mantu (alm) yang juga alumni Teknik Kimia ITB. Jadi total di keluarga besarnya ada 4 orang alumni Teknik Kimia ITB!!! ..
Suatu pencapaian luar biasa... Masya Allah...

Semasa kuliah, ruang tamu rumah keluarga di daerah Kebon Kalapa Bandung sering kita,7G, akuisisi untuk dijadikan meeting poin atau sekedar gelar diskusi disela-sela olahraga truf atau 259. Tempatnya strategis ada di pusat kota Bandung, mudah dijangkau dari segala penjuru hanya kira-kira 200 meter arah timur dari terminal dalam kota Kebon Kalapa kala itu.

Wandy walaupun pendiem bolehlah cari teman hidup beristri Neni Dewi Ratnaeni,S. sos Mpd. NengNeni selain ngadosenan juga memiliki usaha catering yang berkembang .
Alhamdulilaah saat ini dikarunia Anak 3. Sulung: Dine Annisa Kamilia lahir 25 April 2001, kelas 3 SMA Negeri 12 Bandung. Yang ke dua: Rifa Nurfadiyah, lahir 8 April 2002, kelas 2 SMA Negeri 25 Bandung. Bungsu : Muhammad Ariq Wigandy, lahir 11 November 2006 kelas 6 SD Al Fitrah Bandung.

Tinggal di kompleks Perumahan Margahayu Raya Bandung. 

Muhammad Yudi Wahyudi

2017_ Mekah (445)


Terus terang kami, 7G, sangat kagum kepada kawan satu ini, Muhammad Yudi Wahyudi. Kemampuan menulis dan membaca cepat belum bisa ditandingi oleh anggota 7G lain... Bakat menulis lahir dari cara berpikir yang runut dan seabrek literasi populer,  maklum dibesarkan di lingkungan kondusif untuk hal tersebut. Ayah beliau adalah seorang dosen, sedangkan ibunya seorang guru. Kami sering menjulukinya sebagai Encyclopedia berjalan, yang pada hakekatnya adalah ekspresi kekaguman kami  akan kelebihannya.

Hobby baca sehingga Yudi menjelma menjadi pribadi terbuka walaupun keras kepala khas seorang Peneliti. Trah peneliti dilabuhkan di BPPT, namun saat ini program tidak dilanjutkan dengan alasan kurang bergairah di tempat kerja pemerintah. Naluri Peneliti masih disalurkan di PT Pasadena Engineering, yang banyak menghasilkan karya karya orisinal yang tentunya memiliki nilai komersial tinggi.

Yudi dilahirkan di Ciamis, namun tumbuh besar sampai dengan SMP diselesaikan di kota Tasikmalaya. Kemudian melanjutkan ke SMAN 1 Bandung, sealmamater dengan Bahrudin Manurung & Handian, mereka semua masuk di jurusan A1 (Fisika) walaupun satu sama dengan lainnya selama di jurusan A1 tidak pernah sekelas.  Setelah lulus jenjang S1 Teknik Kimia ITB,  beliau melanjutkan di program studi S2 Teknik Lingkungan ITB selain memperdalam ilmu mungkin juga berharap dapat gebetan baru dari TL ITB. Hal lain yang cukup membanggakan adalah dilandasi kesadaran tinggi akan pentingnya perlindungan hak intelektual, Yudi berhasil mematenkan penemuan-penemuannya di lembaga paten di Indonesia*). Bahkan salah satu karya penelitiannya dipakai di yayasan MAI Canjur, berupa alat  untuk produksi minyak atsiri.

Semasa kuliah, tinggal bersama orang tuanya di  Jl Agronomi, kompleks perumahan Dosen UNPAD. Rumah asri dengan halaman berkontur miring yang luas, ditanami berbagai pohon sementara dibiarkan ayam peliharaan berkeliaran bebas merdeka... suasananya bernuansa alam Parahyangan yang sesungguhnya. Pada awal-awal masa perkuliahan, Tahap Pertama Bersama, kami sering jadikan rumah ini untuk arena Makan siang berjamaah .... Gratissss.... Hahaha.
Di rumah ini pulalah,  tonggak awal kerjasama bisnis 7G yang sesungguhnya, "Bisnis Emping Melinjo".  Bermodalkan iuran uang yang seyogyanya untuk SPP kuliah... Emping didatangkan langsung dari Banten, dengan penuh perjuangan bahu membahu. Berkarung Emping dibawa ke Bandung dengan hanya mengandalkan angkutan umum. Emping dikemas & siap dipasarkan dengan merk 7G...!!!




*) Patent (Granted di Dirjen HAKI)
1.  Pembuatan  Adsorbent  dari  Bleaching  Earth  bekas  pada  Industri  Minyak Goreng (2008)
2.  Pembuatan Minyak Melati dengan Metode Sirkulasi Pelarut (2009)





Bahrudin Manurung


Anggota 7G paling unik mungkin Bahrudin..tepatnya Bahrudin Manurung .. tanggal lahir yang disepakati 10 oktober 1968 , Lahir dari pasangan Bapak Ridwan Manurung yang asli dari Batak, Pematang Siantar dan dari ibu Amah urang Karawang asli... Urang Batak pang kasepna dan hampir tidak menyisakan ciri ciri orang Batak kecuali hobby main Kartu dan catur.
Bahrudin juga pecinta Bandung dari sekolah sampai berkarier tidak lepas dari Bandung setelah tamat dari SD IV Garuda, selanjutnya menamatkan Pendidikan di SMP N 1 Bandung dan SMA N 1 Bandung sebelum masuk ke Teknik Kimia ITB, Bahrudin teman se SMA Handian dan Yudi. Saat ini tinggal di Komplek PerumahanTaman Kopo Melati 2 Bandung.

Perjalan hidupnya luar biasa, roller coaster ibaratnya... memiliki keluarga besar dengan 9 orang anak berasal dari 3 istri yang berbeda..perjalanan karierpun demikian dari mulai karyawan di BUMN pengolah limbah di Makasar, karyawan di Salah satu PMA, sampai akhirnya memilih dan
membangun usaha sendiri dalam pengolah limbah melalui CV Sinerga Indonesia, saat ini fasilitas pengolahan limbah sudah tersebar di beberapa tempat.

Banyak hal rumit dalam kasus limbah dapat dipecahkan dan dicarikan solusinya, bahkan dari limbah dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Bahrudin memiliki ciri khas thinking out of the box, dan tentunya keberanian dan konsistensi untuk mengambil jalan yang berbeda.